Kamis, 03 September 2015

Pemanfaatan Potensi Mangan (Mn)


bisnisuntung7.blogspot.comBisnis Energi (3/9/2015), Mangan (Mn) adalah salah satu mineral yang termasuk unsur terbesar yang terkandung dalam kerak bumi. Kenampakan mineral mangan berupa warna abu-abu besi dengan kilap metalik-submetalik, kekerasan 2-6, dan berat jenis 4,8. Mangan (Mn) ditemukan sebagai unsur bebas dalam sifat dasarnya dan sering dicampur dengan besi. Sebagai unsur bebas, mangan adalah logam yang penting dalam penggunaan dengan campuran logam-logam industri terutama di dalam baja-baja antikarat.


Mangan sering digunakan sebagai perawatan dalam pencegahan karat dan kerusakan di besi. Ion mangan mempunyai banyak warna tergantung dalam keadaan oksida dan sering digunakan sebagai zat-zat dalam industri. Dioksida mangan digunakan sebagai materi penangkap elektron dalam standar dan komponen kimia bersifat alkali yang mempunyai kelembapan uap air rendah dan bisa dibuang. Selain itu, mangan dioksida dapat digunakan sebagai bahan dalam pembuatan baterai, keramik, gelas kimia, dan lain-lain.
Terdapat beberapa jenis endapan mangan yang dapat menghasilkan bijih mangan yang bernilai ekonomis dan layak ditambang. Berdasarkan genesa, kerangka tektonik, dan litologi; endapan mangan dibagi menjadi hidrotermal, sedimenter, dan residual. Endapan mangan hidrotermal sering berupa stratabound dan dapat terjadi dengan bentuk yang tidak teratur atau sebagai urat epitermal pada berbagai hostrock.
bisnisuntung7.blogspot.com
Endapan mangan ini merupakan hasil dari proses terakhir diferensiasi magma dimana larutan magma sisa yang belum membeku terutama yang terdiri dari larutan berair dalam keaadaan panas yang dalam perjalanannya menuju suatu tempat untuk membentuk endapan hidrotermal yang mengisi tempat-tempat di dalam bumi. Cairan hidrotermal tersebut umumnya mengisi pori-pori pada batuan beku yang terjadi akibat pembekuan magma dari aliran lava, pengisian pada bidang perlapisan, dan pengisisan pada daerah-daerah pergeseran lapisan. Contoh endapan mangan berikutnya adalah endapan mangan sedimenter. Sebagian besar produksi mangan saat ini berasal dari endapan sedimen. Mangan oksida (MnO2) seperti pirolusit, psilomelan, dan kriptomelan merupakan bijih mineral mangan yang umumnya ditemukan pada endapan mangan sedimenter.
Pada endapan mangan sedimenter, yang berperan sebagai oksida Mn dikaitkan dengan kegiatan vulkanik dan batuan yang bersifat basa. Setelah batuan melapuk, maka butir-butir batuan tersebut menjadi mineral-mineral yang stabil atau mungkin pula akan larut terangkut oleh aliran air dan diendapkan di tempat lain sebagai endapan sedimen. Jenis Endapan mangan lainnya selain hidrotermal dan sedimenter adalah residual. Endapan mangan residual terbentuk sebagai konsentrasi residual dan terakumulasi dari pelapukan batuan-batuan yang mengandung mangan.
Sebagian besar endapan residual mangan merupakan hasil pelapukan dari sekis kristalin, batugamping yang kaya kandungan mineral-mineral mangan, dan cebakan-cebakan mineral mangan terdahulu. Proses pembentukan endapan mangan residual sangat dipengaruhi oleh faktor iklim dan topografi dimana keadaan reliefnya memengaruhi terakumulasinya unsur-unsur tersebut menjadi endapan residual yang bernilai ekonomis.
Untuk mengetahui lebih detail mengenai potensi mangan pada suatu wilayah, dapat dilakukan survei berupa survei topografi, pemetaan geologi, survei geofisika IP, drilling (pemboran), dan surveigeokimia. Survei topografi bertujuan untuk mengetahui keadaan permukaan atau lahan daerah yang dipetakan, informasi yang disajikan meliputi keadaan fisik/detail baik yang bersifat alamiah atau buatan manusia serta keadaan relief (tinggi-rendah) permukaan lahan atau area yang dipetakan. Survei pemetaan geologi bertujuan untuk mengetahui batas sebaran mangan yang bertujuan untuk mengcover area prospek mangan. Survei geofisika IP (induced Polarization) bertujuan untuk mengetahui potensi mangan sampai dengan kedalaman tertentu.  Pada prinsipnya, metode IP merupakan suatu metode yang mendeteksi terjadinya polarisasi listrik pada permukaan mineral-mineral logam di bawah permukaan bumi.
Metode ini dapat mendeteksi adanya anomali resistivitas meski dalam jumlah yang sangat kecil yang tidak terdeteksi oleh metode lain. Pada umumnya konfigurasi yang tepat untuk pengukuran ini adalah dipole-dipole karena dapat memberikan hasil variasi tahanan jenis dan chargeability ke arah vertikal dan horizintal.
Metode penyelidikan selanjutnya adalah drilling atau pemboran eksplorasi. Tujuan dari pemboran eksplorasi adalah untuk menemukan cadangan baru secara faktual yang terdapat di dalam suatu lapisan. Survei geokimia bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia berdasarkan sampel core sehingga hasil tersebut dapat dibuat zonasi daerah prospek mangan yang dibedakan berdasarkan grade atau kadarnya. Adapun survei geokimia yang dilakukan menggunakan XRF sehingga dapat diketahui besaran atau persentase komposisi mineral mangan (Mn) pada conto sampel.  Volume cadangan batuan mangan dapat dihitung berdasarkan perhitungan cadangan tertambang (mineable reserve) dengan menggunakan mining software.

Kami PT.Citrakansa Emeralindo dapat membantu didalam melakukan eksplorasi mangan. Hubungi kami di nomor telp 021 7992905 dan 0811188430. (By Zahir & Hens)
Posting Komentar