Arah kebijakan di Kementrian ESDM tahun 2015
![]() |
Untuk merealisasikan arah kebijakan tersebut Kementrian ESDM tahun depan (2015) menetapkan Pagu Anggaran sebesar Rp 10,02 trilliun. Dari anggaran tersebut Pagu Ditjen Migas sebesar Rp 830,582 milliar.
Pagu anggaran ini telah mengalami efisiensi sebesar Rp 1,28 trilliun setelah dilakukan pengkajian ulang dengan Ditjen Anggaran, Biro Perencanaan dan Itjen ESDM. Sumber efisiensi itu berasal dari beberapa usulan kegiatan yang tidak disetujui oleh Bappenas dan Kemenkeu, diantaranya kegiatan pembangunan gedung Setjen Kementrian ESDM, Litbang EBTKE dan Setjen DEN serta peralatan pendukung untuk Litbang dan Diklat.
Bapak Chairul Tanjung selaku Pelaksana Tugas Menteri ESDM menegaskan bahwa selain tidak disetujuinya pembangunan beberapa gedung di atas juga dibatalkannya tunjangan kinerja ESDM menjadi 100% oleh Kementrian Keuangan. Begitu juga dengan tidak disetujuinya tunjangan pengelolaan PNPB KESDM oleh Kementrian Keuangan, khususnya yang bersumber pada DHPB.
Selanjutnya Bapak Chairul menjelaskan bahwa isu yang paling strategis di Kementrian ESDM untuk tahun 2015 adalah meningkatkan ketahanan energi dengan sasaran produk lifting/minyak bumi 900.000 barel per hari, gas bumi 1,248 juta barel ton dan bauran energi baru terbarukan sebesar 6%. (Sumber www.esdm.go.id/berita/umum/37-umum/6922-pagu-anggaran-kesdm-2015-capai-rp-1002-triliun.html).
Kita berharap semoga arah kebijakan ini akan dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan yang telah dibahas bersama di lingkungan Kementrian ESDM.
Semoga bermanfaat. Bravo!!!!