Harga Minyak Kembali Anjlok Ke Level Terendah

Bisnis Energi (2/12/2014), Harga minyak mentah pada perdagangan Asia kemarin anjlok ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan setelah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersikeras mempertahankan produksinya di tengah banjir suplai dan trend penurunan harga beberapa waktu ini.
Harga minyak yang menjadi patokan di Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari terpangkas USD1,65 menjadi USD64,5 per barel. Level harga ini terendah sejak Juli 2009 atau belum pernah terjadi selama enam tahun kebelakang.
Sedangkan minyak Brent untuk periode yang sama turun USD1,76 menjadi USD68,39 per barel atau dibawah level psikologis USD70 per barel. Bahkan sempat menyentuh level USD67,9 barel terendah sejak Februari 2010.
http://bisnisuntung7.blogspot.com/

"Aksi negatif di pasar minyak global masih terus berlanjut. Investor melihat minyak masih sangat relevan setelah keputusan OPEC pekan lalu,"kata Chief Market Strategis CMC Markets di Sydney Michael McCarthy yang dikutip AFP kemarin,
"Kami belum melihat berita atau perkembangan apa pun yang bisa memicu fase penghentian pelemahan harga minyak,"tambahnya.
Pekan lalu OPEC sepakat mempertahankan batas atas output kolektifnya sebanyak 30 juta barel per hari yang telah berlaku selama tiga tahun terakhir. OPEC menafikan permintaan pemangkasan terkait kondisi kelebihan suplai serta lemahnya permintaan yang telah menggerus sepertiga harga minyak Juni. Para analis memperingaringatkan bahwa masih ada kemungkinan harga akan terus melemah.
Negara anggota OPEC, Venezuela dan Ekuator mengusulkan pemangkasan produksi. Penurunan harga telah menggerus pendapatan negara-negara anggota OPEC lainnya sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya pada perekonomian mereka. Namun negara-negara anggota OPEC yang kaya seperti Arab Saudi, menolak usulan tersebut kecuali mereka beri jaminan pangsa pasar, khususnya di AS, yang produksi shale gasnya telah ikur berkontribusi pada penurunan harga minyak global.
Sementara itu harga keekonomian yang direlease PT Pertamina (Persero) untuk harga solar non subsidi periode 1 - 14 Desember 2014 berada diposisi Rp10.750 per liter untuk solar wilayah I dan II. Posisi ini tidak mengalami perubahan selama empat pekan kebelakang. Begitu juga dengan harga MFO berada pada posisi yang sama dua pekan lalu yaitu Rp8.800 per liter.
(Sumber: KoranSindo, Selasa,2/12/2014) 

Komentar

Postingan Populer