Tren Ekonomi di Bisnis Energi Awal Abad ke-21
![]() |
lakemacquarierealestateblog.com.au illustrasi |
Jakarta-Bisnis Energi, Ekonomi energi (energynomics) adalah salah satu cabang ilmu ekonomi yang memusatkan objek studinya pada pola hubungan energi sebagai dasar kajian ekonomi dengan sektor lainnya seperti sosial, ekonomi, politik, lingkungan, informasi dan negara. Ekonomi energi juga merupakan salah satu cabang dari ekonomi lingkungan (ecological economics).
Ekonomi lingkungan membuat satu asumsi pokok bahwa sumber-sumber makanan dan pasokan makanan (food chains) secara langsung analog dengan pasokan (supply chains) energi ke sektor industri umat manusia. Hubungan antara energi dengan seluruh sektor kehidupan manusia bersifat "menentukan".
Secara historis, ekonomi energi lahir dari gerakan-gerakan lingkungan hidup yang mengkhawatirkan bahwa umat manusia dan kehidupan di planet bumi dapat menderita, kekurangan pangan, dan terancam punah jika tidak ada pasokan energi karena kelangkaan yang terjadi akibat pola pemakaian energi yang kurang baik. Oleh karena itu, salah satu rekomendasinya ialah konversi energi. Karena itu, motif utama dari ekonomi energi ialah KONSERVASI ENERGI.
Konservasi energi atau penghematan energi adalah tindakan mengurangi jumlah penggunaan energi. Penghematan energi dapat dicapai dengan penggunaan energi secara efisien
dimana manfaat yang sama diperoleh dengan menggunakan energi lebih
sedikit, ataupun dengan mengurangi konsumsi dan kegiatan yang
menggunakan energi. Penghematan energi dapat menyebabkan berkurangnya
biaya, serta meningkatnya nilai lingkungan, keamanan negara, keamanan pribadi,
serta kenyamanan. Organisasi-organisasi serta perseorangan dapat
menghemat biaya dengan melakukan penghematan energi, sedangkan pengguna
komersial dan industri dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan
dengan melakukan penghemaan energi.
Penghematan energi adalah unsur yang penting dari sebuah kebijakan energi.
Penghematan energi menurunkan konsumsi energi dan permintaan energi per
kapita, sehingga dapat menutup meningkatnya kebutuhan energi akibat
pertumbuhan populasi. Hal ini mengurangi naiknya biaya energi, dan dapat
mengurangi kebutuhan pembangkit energi atau impor energi. Berkurangnya permintaan energi dapat memberikan fleksibilitas dalam memilih metode produksi energi.
Selain itu, dengan mengurangi emisi, penghematan energi merupakan bagian penting dari mencegah atau mengurangi perubahan iklim. Penghematan energi juga memudahkan digantinya sumber-sumber tak dapat diperbaharui dengan sumber-sumber yang dapat diperbaharui. Penghematan energi sering merupakan cara paling ekonomis dalam menghadapi kekurangan energi, dan merupakan cara yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan meningkatkan produksi energi. (Sumber Wikipedia, Buku Energynomics)
Komentar